Ketika kita sudah kuliah maka saat yang ketika kita rindukan salah satunya adalah saat kita masih sekolah. saat kita masih memakai sragam merah-putih hingga abu-abu -putih. ya memang saat sekolah adalah saat yang indah. dimana masih ada kedua orang tua yang selalu kita cium tangannya tiap brangkat sekolah. masih ada paman/bibi/tetangga samaping rumah yang sering jadi tempat main kita ketika tidak seorang pun yang ada dirumah. tapi waktu tetaplah berlalu. seakan tak mempudlikan hati yang sebenarnya masih ingin seperti ini. Jumat, 30 Maret 2012
Sekolahku, SDN 3 Sawoo, SMPN 1 Jetis dan SMAN 1 Ponorogo
Ketika kita sudah kuliah maka saat yang ketika kita rindukan salah satunya adalah saat kita masih sekolah. saat kita masih memakai sragam merah-putih hingga abu-abu -putih. ya memang saat sekolah adalah saat yang indah. dimana masih ada kedua orang tua yang selalu kita cium tangannya tiap brangkat sekolah. masih ada paman/bibi/tetangga samaping rumah yang sering jadi tempat main kita ketika tidak seorang pun yang ada dirumah. tapi waktu tetaplah berlalu. seakan tak mempudlikan hati yang sebenarnya masih ingin seperti ini. Senin, 26 Maret 2012
Pecel Quluub, Pecel Ponorogo di Jakarta
Berbekal rasa penasaran akan rasa enaknya pecel quluub dan keinginan untuk bertemu dengan kawan satu daerah yang punya usaha tersebut. Aku dan anton memulai perjalanan tentu arah tapi tak tentu jalan tersebut pukul 17.30. kami baru brangkat dari depok jam 17.30 karena sebelumnya anton masih ada acara di gedung fmipa ui. Yaitu teknikal meeting untuk panitia TOENAS esok harinya. Perjalanan pertama diaawali melaui jalan di kutek kearah ciputat kemudian bintaro sector 5. 30 menit setelah perjalanan dimulai adzan maghrib sudah memanggil kami untuk sholat. Kami putuskan untuk sholat terlebih dahulu. Seusai sholat kami melanjutkan perjalan kembali. Akhirnya.setelah perjalanan selama 2 jam dan setelah bertanaya kepada 10an orang kami akhirnya sampai di pecel pincuk. Salam hangat dari pencetus ide pecel quulub yang sekaligus senior kami di sma pun kami dapatkan. Rasanya seperti di ponorogo, orang-orangnya, maknanya dan bahasa yang kami gunakan seolah kami sedang di kampung halaman.Kamis, 22 Maret 2012
Langganan:
Postingan (Atom)

